KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki
bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Malang
21 maret,2012
Ulul
Azmi
BAB I Alat optik
A.Mikroskop
Mikroskop merupakan alat
bantu utama yang diperlukan dalam melakukan pengamatan dan penelitian karena
dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang
sangat kecil. Mikroskop ada 2 macam yaitu, mikroskop elektron dan mikroskop
optik. (Anomymous, 2008).
Pada mikroskop banyak
bagian-bagian yang harus diketahui dan diperhatikan oleh para praktikan agar
dapat memakai mikroskop tersebut dengan benar agar tidak terjadi kerusakan pada
mikroskop yang akan dipakai tersebut (Anonymous, 2008)
Karena pancaindera manusia memiliki kemampuan
yang terbatas, banyak masalah mengenai organisme yang ingin dipecahkannya hanya
dapat diperiksa dengan menggunakan alat-alat. Adapun alat yang digunakan adalah
mikroskop (Latin : mickro = kecil, spocopium = penglihatan) yang memungkinkan
seseorang untuk dapat mengamati objek (Latin : objectum = sesuatu yang
diketengahkan) dan gerakan yang sangat halus sehingga tidak dapat dilihat oleh
kekuatan mata telanjang. Jadi pengertian dari mikroskop adalah alat bantu yang
digunakan seseorang untuk mengamati objek yang mempunyai gerakan yang sangat
halus dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. (Anonymous, 2008).
B.macam macam Mikroskop
Mikroskop
adalah suatu alat yang bisa membantu kita untuk mengamati benda-benda yang amat
sangat kecil (renik) yang nggak pernah dapat kita lihat dengan mata secara
langsung. Macam-macam mikroskop, itu yaitu sebagi berikut :
1.Mikroskop
cahaya
Mikroskop
cahaya ini Mempunyai perbesaran maksimum yaitu 1.000 kali. Mikroskop cahaya
juga punya dua sistem lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Ada dua
jenis mikroskop cahaya, yaitu mikroskop monokuler dan binokuler
2.Mikroskop stereo
Mikroskop stereo ini hanya bisa digunakan untuk melihat benda-benda yang berukuran relatif agak besar. Mikroskop stereo ini punya perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini juga akan terlihat secara tiga dimensi. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah sebagai berikut :
a. Ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda
yang diamati.
Mikroskop stereo ini hanya bisa digunakan untuk melihat benda-benda yang berukuran relatif agak besar. Mikroskop stereo ini punya perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini juga akan terlihat secara tiga dimensi. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah sebagai berikut :
a. Ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda
yang diamati.
b.Sumber cahaya berasal dari atas
sehingga objek yang tebal dapat diamati
Mikroskop
Elektron
Mikroskop
elektron adalah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran objek sampai dua juta
kali lipat. Mikroskop elektron ini menggunakan system elektrostatik dan
elektromagnetik yang berguna untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar.
C.Fungsi
Bagian-Bagian Mikroskop

Adapun beberapa bagian mikroskop
yang memiliki bagian-bagian tertentu, yaitu berdasarkan Warghar (2009):
- Lensa objektif : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
- Revolver : untuk memasang lensa obyektif.
- Lensa okuler : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
- Tubulus okuler :. menghubungkan lensa okuler, revolver dan lensa obyektif.
- Diafragma : mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
- Kondensor : memusatkan cahaya pada preparat yang diamati.
- Dasar atau kaki : sebagai penyangga
- Tiang penyangga : menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop.
- Lensa mikroskop : sebagai tempat untuk memegang mikroskop.
- Meja benda : sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang akan diamati dengan mikroskop.
- Penjepit : sebagai penjepit kaca yang berisi preparat agar tidak bergeser-geser.
- Makrometer : menggerakkan lensa naik turun secara cepat.
- Mikrometer : menggerakkan lensa naik turun secara perlahan-lahan
BAB II ALAT-ALAT GELAS
A. Peralatan Dasar
1). Gelas Kimia (beaker) : berupa
gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari
kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini
ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsi :
- Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi
- Menampung zat kimia
- Memanaskan cairan
- Media pemanasan cairan
2). Labu Erlenmeyer : berupa gelas
yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang
dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :
- Untuk menyimpan dan memanaskan larutan
- Menampung filtrat hasil penyaringan
- Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi
3). Gelas ukur : berupa gelas tinggi
dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak
tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :
Untuk mengukur volume larutan tidak
memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu
4). Pipet : alat untuk mengambil
cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
- Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
- Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
- Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
5). Buret : berupa tabung kaca
bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL
(mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.
Fungsi :
Untuk mengeluarkan larutan dengan
volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.
6). Tabung reaksi : berupa tabung
yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas,
terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
- Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
- Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
7). Kaca arloji : terbuat dari kaca
bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
- Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
- Tempat saat menimbang bahan kimia
- Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator
8). Corong : terbuat dari plastik
atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri
dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan
meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.
Fungsi :
Untuk menyaring campuran kimia dengan
gravitasi.
9). Cawan : terbuat dari porselen
dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.
10). Mortar dan pestle : terbuat
dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan
dan mencampurkan padatan kimia.
11). Spatula : berupa sendok panjang
dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.
Fungsi :
- Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
- Dipakai untuk mengaduk larutan
12). Batang pengaduk : terbuat dari
kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia.
13). Kawat kasa : kawat yang
dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang
berasal dari suatu pembakar.
14). Kaki tiga : besi yang menyangga
ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan.
15). Burner / pembakar spiritus :
digunakan untuk memanaskan bahan kimia.
16). Bola hisap : digunakan untuk
membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan
tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan
mengosongkan (empty).
17). Neraca analisis : digunakan
untuk menimbang padatan kimia.
B. Peralatan Pendukung
1). Labu ukur : berupa labu dengan
leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas
karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L.
Fungsi :
Untuk membuat larutan dengan
konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
Cara menggunakan :
Mengisikan larutan yang akan
diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai
sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu
sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara
membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.
2). Labu bundar : berupa labu dengan
leher yang panjang, alasnya ada yang bundar, ada yang rata. Terbuat dari kaca
tahan panas pada suhu 120-300 oC.Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.
Fungsi :
Untuk memanaskan larutan dan
menyimpan larutan.
3). Corong Buchner : berupa corong
yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter besar. Terbuat dari porselen,
plastik atau kaca. Berguna untuk menyaring sampel agar lebih cepat kering. Cara
menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan
diameter corong.
4). Erlenmeyer Buchner : berupa
gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada lubang kecil yang
dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang
dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai
untuk menampung cairan hasil filtrasi.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong
Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian
yang menonjol.
5). Corong pisah : berupa corong
yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas,
bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.
Fungsi :
Untuk memisahkan campuran larutan
yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses
ekstraksi.
Cara menggunakannya :
campuran yang akan dipisahkan
dimasukkan lewat lubang atas, katup dalam keadaan tertutup. Pegang tutup bagian
atas, corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal,
kocok agar ekstraksi berlangsung dengan baik. Buka tutup bagian atas, keluarkan
larutan bagian bawah melalui katup secara pelan. Tutup kembali katup jika
larutan lapisan bawah sudah keluar.
6). Desikator : berupa panci
bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang
sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam
desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada
katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan
pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.
Fungsi :
- Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
- Mengeringkan padatan
Cara menggunakannya :
o Dengan membuka tutup desikator
dengan menggesernya ke samping.
o Letakkan sampel dan tutup kembali
dengan cara yang sama.
Keterangan :
Silika gel yang masih bisa menyerap
uap air berwarna biru; jika silika gel sudah berubah menjadi merah muda maka
perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105 oC sampai warnanya kembali biru.
7). Cawan petri : berbentuk seperti
gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan
panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia,
mikrobiologi.
8). Botol semprot : berupa botol
tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi sebagai tempat menyimpan
aquades. Cara menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya keluar.
9). Krusibel : berupa mangkok kecil
yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas, alumina. Dipakai
sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Pada saat krus masih dalam
keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu mendadak menyebabkan
krus pecah.
10). Kaki tiga krus : terbuat dari
porselen dan berfungsi untuk menaruh krusibel saat akan dipanaskan langsung di
atas api.
11). Statif : terbuat dari besi atau
baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan
gelas lainnya pada saat digunakan.
12). Klem manice : terbuat dari besi
atau alumunium yang berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang dipakai pada
proses destilasi. Bagian belakangnya dihubungkan dengan statif menggunakan klem
bosshead.
13). Klem bosshead : terbuat dari
besi atau alumunium yang berfungsi untuk menghubungkan statif dengan klem
manice atau pemegang corong.
14). Klem buret : terbuat dari besi
atau baja untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi.
15). Pemegang corong : terbuat dari
besi atau baja untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses
penyaringan atau pemisahan. Bagian belakang disambungkan dengan statif
menggunakan klem bosshead.
16). Tang krusibel : terbuat dari
besi atau baja untuk mengambil dan membawa krusibel.
17). Stirrer magnetic : magnet yang
digunakan untuk mengaduk larutan.
18). Sentrifuge : berfungsi untuk
mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.
19). Chromatography chamber :
terbuat dari kaca yang digunakan dalam proses kromatografi kertas.
20). Spectronic 20 : digunakan untuk
mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri.
C. Teknik Dasar di Laboratorium
1. Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan
terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara
mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.
a. Pemanasan cairan dalam tabung
reaksi
o Jangan sampai mengarahkan mulut
tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain
o Jepit tabung reaksi pada bagian
dekat dengan mulut tabung
o Posisi tabung ketika memanaskan
cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok
o Pengocokan terus dilakukan sesaat
setelah pemanasan
b. Pemanasan cairan dalam gelas
kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung
dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila
mendidih.
2. Cara membaca volume pada gelas
ukur
Masukkan cairan yang akan diukur
lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian
terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung
skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung
permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan
gelas ukur.
3. Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus
dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
Kran ditutup kemudian larutan
dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret
dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan
statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak
terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah
buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga
melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat
pada skala nol.
4. Cara menggunakan neraca analitis
- Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
- Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
- Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
- Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
5. Cara menghirup bau zat
Ingat : Jangan pernah menghirup gas
atau uap senyawa secara langsung!
Gunakan tangan dengan mengibaskan
bau sedikit sampel gas ke hidung.
BAB III peralatan penting lainnya
Inkubator
Pada mikrobiologi, inkubator adalah alat pengontrol
temperatur, kelembaban, dan kondisi lainnya yang memungkinkan untuk pertumbuhan
kultur mikrobiologi. Inkubator yang paling sederhana dapat berupa kotak isolasi
dengan pemanas yang dapat dikontrol, biasanya dengan suhu antara 60-65 oC
(140-150 oF), ada pula yang dapat mencapai suhu lebih dari itu namun
tidak lebih dari 100 oC. Kemampuan inkubator lainnya adalah dapat
digunakan untuk penyimpanan pada temperatur rendah (biasanya digantikan dengan refrigerator)
atau dapat pula sebagai kontrol kelembaban atau tingkat CO2.
Sebagian besar inkubator memiliki timer (Anonim, 2009). Kelemahan inkubator
adalah pada saat penggunaan kelembaban karena seringkali terkontaminasi oleh
fungi. Pencucian ulang bagian dalam inkubator dengan alkohol, zefiran, tembaga
sulfat, dan deterjen dapat mengkontrol kontaminasi hanya beberapa saat saja.
Fumigasi dengan formalin, walaupun efektif, namun meninggalkan bekas
formaldehid yang sulit dihilangkan dan dapat diabsorbsi oleh media dalam cawan
petri (Furness, 1971).
Mikrotom
mikrotom dengan bentuk paling sederhana. Alat
ini biasa digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat sayatan
spesimen yang tipis sekali (kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang, akar, dan
sebagainya.
Alat ini terbuat dari logam
berbentuk seperti klos benang yang berongga di tengah. Di dalam rongga terdapat
sebuah ulir yang bagian atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau bersatu
dengan dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri atau ke kanan,
maka bidang ulir bagian atas yang rata itu akan bergerak ke atas atau ke bawah
dengan interval 20 tiap putaran. Rongga tersebut adalah tempat untuk meletakkan
benda yang akan disayat tipis, biasanya dibalut lilin
atau gabus.
Autoklaf
Autoklaf menggunakan prinsip sterilisasi panas basah
bertekanan. Autoklaf biasanya digunakan selama 15-30 menit dengan variasi
tekanan dan suhu: 10 pound per inci pada suhu 116oC, 15 pound per
inci pada suhu 121oC, dan 30 pound pada suhu 136oC
(Nolte, 1977). Autoklaf biasanya digunakan dalam bidang mikrobiologi,
kedokteran, body piercing, kedokteran hewan,
kedokteran gigi, dan podiatry untuk mensterilisasi alat-alat dari gelas, sampah
medis, kandang hewan, dan media lisogenik (Anonim, 2009).
Sentrfugator
Instrumen ini tersedia dalam berbagai macam kapasitas dari
mulai 0.2ml atau kurang sampai dengan ribuan liter, dan relatif mudah
penggunaannya. Beberapa diantaranya, pengaturan kecepatan dan suhu diatur dalam
batas-batas ketidaktelitian kurang dari 5%. Penggunaan sentrifugator cukup
luas, meliputi pemisahan sel, organel, dan molekul. Ada beberapa macam
sentrifugator yaitu sentrifugator klinik, sentrifugator berkecepatan tinggi,
dan ultrasentrifugator. Sentrifugator klinik (Desktop
Clinical Centrifuges) merupakan sentrifugator yang paling
sederhana. Instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan sejumlah partikel yang
mudah mengendap. Kecepatan maksimumnya kurang dari 3000 rpm dan bekerja pada
suhu ruang. Sentrifugator berkecepatan tinggi (High
Speed Centrifuges) bekerja dengan kecepatan 20000-25000 rpm,
dilengkapi dengan alat pendingin untuk mendinginkan ruang rotor.
Ultrasentrifugator dapat mencapai gaya sentrifugal sampai 500000xg (75000 rpm,
r = 8cm) (Nur,1989). Perbedaan sentrifugator dengan stirrer adalah pada
fungsinya, stirrer berfungsi untuk mencampur beberapa komponen (misalnya
liquid) dengan gerakan memutar sehingga komponen-komponen tersebut menyatu (The
Free Dictionary by Farlex, 2009).
Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah fotometer (alat pengukur intensitas cahaya) yang
dapat mengukur intensitas sebagai fungsi warna, atau lebih spesifiknya,
mengukur panjang gelombang cahaya. Mungkin spektrofotometer biasanya hanya
digunakan dalam pengukuran absorbsi cahaya, namun alat ini juga dapat didesain
untuk mengukur difusi atau refleksi spekular (Anonim, 2009). Jika refleksi
fotometer hanya menggunakan dua gelombang cahaya, maka spektrofotometer
menggunakan inframerah, ultraviolet, dan spektrum gelombang tampak lainnya (DuBovy,
1978).
Aluminium Foil
Aluminium foil adalah aluminium yang berbentuk lembaran dengan ketebalan
kurang dari 0.2 mm / 0.008 in, walaupun demikian aluminium foil yang sering
digunakan adalah yang memiliki ketebalan 0.006mm. Foil ini lentur dan dapat membungkus
mengelilingi objek dengan ketat. Namun foil ini rapuh dan mudah rusak, dan
biasanya dibungkus kembali dengan menggunakan plastik atau kertas agar lebih
aman (Anonim, 2009). Bahan ini memiliki kelebihan yaitu tidak tembus sinar dan
udara (Sutoto, 2000).
Timer
Timer adalah alat untuk mengukur waktu (The Free Dictionary by Farlex,
2009). Timer merupakan salah satu tipe khusus dari jam. Timer dapat digunakan
untuk mengkontrol terjadinya suatu kejadian atau proses. Jika stopwatch
menghitung maju dari nol sampai waktu tertentu, maka timer menghitung mundur
dari waktu yang ditentukan ke nol seperti jam gelas. Macam-macam timer adalah
timer mekanik, elektromekanik, elektronik, atau bahkan software dalam komputer
termasuk timer digital atau jenis lainnya (Anonim, 2009).
BAB IV PENUTUP
Kesalahan atau kegagalan dalam suatu praktikum dapat
disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekurangtahuan praktikan
dalam mengoperasikan alat-alat laboratorium. Maka dari itu, pengenalan
peralatan laboratorium sangat penting dilakukan sebelum praktikan mulai
melakukan praktikum dalam laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar praktikan
tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan peralatan laboratorium sehingga
praktikum dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2004. Transmission Electron Microscopy. http://ocw.mit.edu/NR/rdonlyres/Biology/7-343Fall-2004/427769F7-C5BE-47AC-8761-BF6CA8A5A935/0/tem.pdf.
(diunduh tanggal 14 september 2009).
Anonim. 2009. Spectrophotometry. http://en.wikipedia.org/wiki/Spectrophotometry.
(diunduh tanggal 14 september 2009).
Aungst David W. 2004. Using Parafilm-M. www.clubhyper.com/reference/
usingparafilmda _1 .htm. (diunduh tanggal 14 september 2009).
ma' soghe' katon karyanah
BalasHapusya karya anak emas bangsa ini ga . . . .
Hapus