WELCAME

من جد وجد ومن زرع حصد ومن سار على الدرب وصل

Barang siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil, barang siapa menanam dia yang memetik, barang siapa yang berjalan dia akan sampai

Minggu, 01 April 2012

Mengenal Alat-alat praktikum KIMIA dan Biologi


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktuny
a.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.







                                                                                                Malang 21 maret,2012

                                                                                                            Ulul Azmi




                                                            BAB I Alat optik

A.Mikroskop
Mikroskop merupakan alat bantu utama yang diperlukan dalam melakukan pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop ada 2 macam yaitu, mikroskop elektron dan mikroskop optik. (Anomymous, 2008).
Pada mikroskop banyak bagian-bagian yang harus diketahui dan diperhatikan oleh para praktikan agar dapat memakai mikroskop tersebut dengan benar agar tidak terjadi kerusakan pada mikroskop yang akan dipakai tersebut (Anonymous, 2008)
Karena pancaindera manusia memiliki kemampuan yang terbatas, banyak masalah mengenai organisme yang ingin dipecahkannya hanya dapat diperiksa dengan menggunakan alat-alat. Adapun alat yang digunakan adalah mikroskop (Latin : mickro = kecil, spocopium = penglihatan) yang memungkinkan seseorang untuk dapat mengamati objek (Latin : objectum = sesuatu yang diketengahkan) dan gerakan yang sangat halus sehingga tidak dapat dilihat oleh kekuatan mata telanjang. Jadi pengertian dari mikroskop adalah alat bantu yang digunakan seseorang untuk mengamati objek yang mempunyai gerakan yang sangat halus dan tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. (Anonymous, 2008).
B.macam macam Mikroskop
Mikroskop adalah suatu alat yang bisa membantu kita untuk mengamati benda-benda yang amat sangat kecil (renik) yang nggak pernah dapat kita lihat dengan mata secara langsung. Macam-macam mikroskop, itu yaitu sebagi berikut :
1.Mikroskop cahaya
Mikroskop cahaya ini Mempunyai perbesaran maksimum yaitu 1.000 kali. Mikroskop cahaya juga punya dua sistem lensa, yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Ada dua jenis mikroskop cahaya, yaitu mikroskop monokuler dan binokuler
2.Mikroskop stereo
Mikroskop stereo ini hanya bisa digunakan untuk melihat benda-benda yang berukuran relatif agak besar. Mikroskop stereo ini punya perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini juga akan terlihat secara tiga dimensi. Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah sebagai berikut :
a. Ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda
yang diamati.
b.Sumber  cahaya   berasal  dari  atas sehingga  objek yang tebal  dapat diamati
Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah mikroskop yang mampu melakukan pembesaran objek sampai dua juta kali lipat. Mikroskop elektron ini menggunakan system elektrostatik dan elektromagnetik yang berguna untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar.
C.Fungsi Bagian-Bagian Mikroskop
 
Adapun beberapa bagian mikroskop yang memiliki bagian-bagian tertentu, yaitu berdasarkan Warghar (2009):
  1. Lensa objektif : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
  2. Revolver : untuk memasang lensa obyektif.
  3. Lensa okuler : untuk memperbesar bayangan dari lensa obyektif.
  4. Tubulus okuler :. menghubungkan lensa okuler, revolver dan lensa obyektif.
  5. Diafragma : mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
  6. Kondensor : memusatkan cahaya pada preparat yang diamati.
  7. Dasar atau kaki : sebagai penyangga
  8. Tiang penyangga : menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop.
  9. Lensa mikroskop : sebagai tempat untuk memegang mikroskop.
  10. Meja benda : sebagai tempat untuk meletakkan preparat yang akan diamati dengan mikroskop.
  11. Penjepit : sebagai penjepit kaca yang berisi preparat agar tidak bergeser-geser.
  12. Makrometer : menggerakkan lensa naik turun secara cepat.
  13. Mikrometer : menggerakkan lensa naik turun secara perlahan-lahan


BAB II ALAT-ALAT GELAS


A. Peralatan Dasar
1). Gelas Kimia (beaker) : berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.
Fungsi :
  1.  Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi
  2.  Menampung zat kimia
  3.  Memanaskan cairan
  4.  Media pemanasan cairan
 
2). Labu Erlenmeyer : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :
  1.  Untuk menyimpan dan memanaskan larutan
  2.  Menampung filtrat hasil penyaringan
  3.  Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi

3). Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.
Fungsi :
Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu

4). Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :
  1. Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.
  2.  Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.
  3. Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.

5). Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.
Fungsi :
Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.

6). Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
Fungsi :
  1. Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia
  2. Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil
7). Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.
Fungsi :
  1. Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel
  2. Tempat saat menimbang bahan kimia
  3. Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator
8). Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.
Fungsi :
Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.

9). Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.

10). Mortar dan pestle : terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.

11). Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.
Fungsi :

  1. Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan
  2. Dipakai untuk mengaduk larutan
12). Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia.

13). Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar.

14). Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan.

15). Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia.

16). Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty).

17). Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.

B. Peralatan Pendukung

1). Labu ukur : berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L.
Fungsi :
Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
Cara menggunakan :
Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.

2). Labu bundar : berupa labu dengan leher yang panjang, alasnya ada yang bundar, ada yang rata. Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 oC.Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.
Fungsi :
Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.

3). Corong Buchner : berupa corong yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter besar. Terbuat dari porselen, plastik atau kaca. Berguna untuk menyaring sampel agar lebih cepat kering. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan diameter corong.

4). Erlenmeyer Buchner : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi.
Cara menggunakannya :
Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol. 

5). Corong pisah : berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas, bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.
Fungsi :
Untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.
Cara menggunakannya :
campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas, katup dalam keadaan tertutup. Pegang tutup bagian atas, corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal, kocok agar ekstraksi berlangsung dengan baik. Buka tutup bagian atas, keluarkan larutan bagian bawah melalui katup secara pelan. Tutup kembali katup jika larutan lapisan bawah sudah keluar.

6). Desikator : berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.
Fungsi :
  1. Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air
  2. Mengeringkan padatan
Cara menggunakannya :
o Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping.
o Letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama.
Keterangan :
Silika gel yang masih bisa menyerap uap air berwarna biru; jika silika gel sudah berubah menjadi merah muda maka perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105 oC sampai warnanya kembali biru.

7). Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia, mikrobiologi.

8). Botol semprot : berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya keluar.

9). Krusibel : berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas, alumina. Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Pada saat krus masih dalam keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus pecah.

10). Kaki tiga krus : terbuat dari porselen dan berfungsi untuk menaruh krusibel saat akan dipanaskan langsung di atas api.

11). Statif : terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.

12). Klem manice : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang dipakai pada proses destilasi. Bagian belakangnya dihubungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.

13). Klem bosshead : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk menghubungkan statif dengan klem manice atau pemegang corong.

14). Klem buret : terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi.

15). Pemegang corong : terbuat dari besi atau baja untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses penyaringan atau pemisahan. Bagian belakang disambungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.

16). Tang krusibel : terbuat dari besi atau baja untuk mengambil dan membawa krusibel.

17). Stirrer magnetic : magnet yang digunakan untuk mengaduk larutan.

18). Sentrifuge : berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.

19). Chromatography chamber : terbuat dari kaca yang digunakan dalam proses kromatografi kertas.

20). Spectronic 20 : digunakan untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri.
C. Teknik Dasar di Laboratorium

1. Cara memanaskan cairan
Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.
a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi
o Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain
o Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung
o Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok
o Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan
b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer
Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.
2. Cara membaca volume pada gelas ukur
Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.
3. Cara menggunakan buret
Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.
4. Cara menggunakan neraca analitis
  1. Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
  2. Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
  3. Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
  4. Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
5. Cara menghirup bau zat
Ingat : Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung!
Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung.



                                               BAB III  peralatan penting lainnya

 Inkubator
Pada mikrobiologi, inkubator adalah alat pengontrol temperatur, kelembaban, dan kondisi lainnya yang memungkinkan untuk pertumbuhan kultur mikrobiologi. Inkubator yang paling sederhana dapat berupa kotak isolasi dengan pemanas yang dapat dikontrol, biasanya dengan suhu antara 60-65 oC (140-150 oF), ada pula yang dapat mencapai suhu lebih dari itu namun tidak lebih dari 100 oC. Kemampuan inkubator lainnya adalah dapat digunakan untuk penyimpanan pada temperatur rendah (biasanya digantikan dengan refrigerator) atau dapat pula sebagai kontrol kelembaban atau tingkat CO2. Sebagian besar inkubator memiliki timer (Anonim, 2009). Kelemahan inkubator adalah pada saat penggunaan kelembaban karena seringkali terkontaminasi oleh fungi. Pencucian ulang bagian dalam inkubator dengan alkohol, zefiran, tembaga sulfat, dan deterjen dapat mengkontrol kontaminasi hanya beberapa saat saja. Fumigasi dengan formalin, walaupun efektif, namun meninggalkan bekas formaldehid yang sulit dihilangkan dan dapat diabsorbsi oleh media dalam cawan petri (Furness, 1971).
Mikrotom
 mikrotom dengan bentuk paling sederhana. Alat ini biasa digunakan di laboratorium sekolah untuk membuat sayatan spesimen yang tipis sekali (kurang lebih 20), supaya dapat dilihat di bawah mikroskop. Misalnya sayatan daun, batang, akar, dan sebagainya.
Alat ini terbuat dari logam berbentuk seperti klos benang yang berongga di tengah. Di dalam rongga terdapat sebuah ulir yang bagian atasnya rata dan bagian bawahnya melekat atau bersatu dengan dasar alat itu. Bila dasar alat itu diputar dari kiri atau ke kanan, maka bidang ulir bagian atas yang rata itu akan bergerak ke atas atau ke bawah dengan interval 20 tiap putaran. Rongga tersebut adalah tempat untuk meletakkan benda yang akan disayat tipis, biasanya dibalut lilin atau gabus.
Autoklaf
Autoklaf menggunakan prinsip sterilisasi panas basah bertekanan. Autoklaf biasanya digunakan selama 15-30 menit dengan variasi tekanan dan suhu: 10 pound per inci pada suhu 116oC, 15 pound per inci pada suhu 121oC, dan 30 pound pada suhu 136oC (Nolte, 1977). Autoklaf biasanya digunakan dalam bidang mikrobiologi, kedokteran, body piercing, kedokteran hewan, kedokteran gigi, dan podiatry untuk mensterilisasi alat-alat dari gelas, sampah medis, kandang hewan, dan media lisogenik (Anonim, 2009).
Sentrfugator
Instrumen ini tersedia dalam berbagai macam kapasitas dari mulai 0.2ml atau kurang sampai dengan ribuan liter, dan relatif mudah penggunaannya. Beberapa diantaranya, pengaturan kecepatan dan suhu diatur dalam batas-batas ketidaktelitian kurang dari 5%. Penggunaan sentrifugator cukup luas, meliputi pemisahan sel, organel, dan molekul. Ada beberapa macam sentrifugator yaitu sentrifugator klinik, sentrifugator berkecepatan tinggi, dan ultrasentrifugator. Sentrifugator klinik (Desktop Clinical Centrifuges) merupakan sentrifugator yang paling sederhana. Instrumen ini digunakan untuk mengumpulkan sejumlah partikel yang mudah mengendap. Kecepatan maksimumnya kurang dari 3000 rpm dan bekerja pada suhu ruang. Sentrifugator berkecepatan tinggi (High Speed Centrifuges) bekerja dengan kecepatan 20000-25000 rpm, dilengkapi dengan alat pendingin untuk mendinginkan ruang rotor. Ultrasentrifugator dapat mencapai gaya sentrifugal sampai 500000xg (75000 rpm, r = 8cm) (Nur,1989). Perbedaan sentrifugator dengan stirrer adalah pada fungsinya, stirrer berfungsi untuk mencampur beberapa komponen (misalnya liquid) dengan gerakan memutar sehingga komponen-komponen tersebut menyatu (The Free Dictionary by Farlex, 2009).
Spektrofotometer
Spektrofotometer adalah fotometer (alat pengukur intensitas cahaya) yang dapat mengukur intensitas sebagai fungsi warna, atau lebih spesifiknya, mengukur panjang gelombang cahaya. Mungkin spektrofotometer biasanya hanya digunakan dalam pengukuran absorbsi cahaya, namun alat ini juga dapat didesain untuk mengukur difusi atau refleksi spekular (Anonim, 2009). Jika refleksi fotometer hanya menggunakan dua gelombang cahaya, maka spektrofotometer menggunakan inframerah, ultraviolet, dan spektrum gelombang tampak lainnya (DuBovy, 1978).
Aluminium Foil
Aluminium foil adalah aluminium yang berbentuk lembaran dengan ketebalan kurang dari 0.2 mm / 0.008 in, walaupun demikian aluminium foil yang sering digunakan adalah yang memiliki ketebalan 0.006mm. Foil ini lentur dan dapat membungkus mengelilingi objek dengan ketat. Namun foil ini rapuh dan mudah rusak, dan biasanya dibungkus kembali dengan menggunakan plastik atau kertas agar lebih aman (Anonim, 2009). Bahan ini memiliki kelebihan yaitu tidak tembus sinar dan udara (Sutoto, 2000).
Timer
Timer adalah alat untuk mengukur waktu (The Free Dictionary by Farlex, 2009). Timer merupakan salah satu tipe khusus dari jam. Timer dapat digunakan untuk mengkontrol terjadinya suatu kejadian atau proses. Jika stopwatch menghitung maju dari nol sampai waktu tertentu, maka timer menghitung mundur dari waktu yang ditentukan ke nol seperti jam gelas. Macam-macam timer adalah timer mekanik, elektromekanik, elektronik, atau bahkan software dalam komputer termasuk timer digital atau jenis lainnya (Anonim, 2009).

BAB IV PENUTUP
Kesalahan atau kegagalan dalam suatu praktikum dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kekurangtahuan praktikan dalam mengoperasikan alat-alat laboratorium. Maka dari itu, pengenalan peralatan laboratorium sangat penting dilakukan sebelum praktikan mulai melakukan praktikum dalam laboratorium. Hal ini dimaksudkan agar praktikan tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan peralatan laboratorium sehingga praktikum dapat berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang diharapkan.



DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2004. Transmission Electron Microscopy. http://ocw.mit.edu/NR/rdonlyres/Biology/7-343Fall-2004/427769F7-C5BE-47AC-8761-BF6CA8A5A935/0/tem.pdf. (diunduh tanggal 14 september 2009).
Anonim. 2009. Spectrophotometry. http://en.wikipedia.org/wiki/Spectrophotometry. (diunduh tanggal 14 september 2009).
Aungst David W. 2004. Using Parafilm-M. www.clubhyper.com/reference/ usingparafilmda _1 .htm. (diunduh tanggal 14 september 2009).

2 komentar: