BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil penelitian
1. Padina australis Hauck
Gambar 1.1
2. Cryptopleura
Gambar 1.2
3. Ha,imeda simulans
Gambar 1.3
4.
Turbinaria conoides

Gambar 1.4
3.2 pembahasan
1.
Padina australis hauck
Berikut ini klasifikasi dari algae jenis Padina Australis
Hauck :
Regnum : Plantae
Filum : Thallopyta
Divisi : Phaeophyta
Kelas : Phaeophyceae
Ordo : Dictyotales
Family : Dictyotaceae
Genus : Padina
Species : Padina australis Hauck
Pengamatan yang saya lakukan padina ini memliki Ciri-ciri
umum yaitu, Bentuk thalli seperti kipas membentuk segment-segment lembaran
tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan perkampuran di bagian
permukaan daun.Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang kadang memutih karena
terdapat perkapur.
Menurut literature yang kami dapat bahwa
jenis algae yang kita dapatkan mempunyai nama latin Padina Australis Hauck.
Algae jenis ini memiliki ciri-ciri bentuk thallus seperti kipas membentuk
segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan
perkampuran di bagian permukaan daun.Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang
kadang memutih karena terdapat perkapur.
Alge jenis ini ditemukan di pinggir pantai di bebatuan dan penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan Samodera Hindia dan mudah ditemukan di perairan Indonesia. Algae jenis ini sekarang belum diketahui bias dimanfaatkan atau tidak.
Alge jenis ini ditemukan di pinggir pantai di bebatuan dan penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan Samodera Hindia dan mudah ditemukan di perairan Indonesia. Algae jenis ini sekarang belum diketahui bias dimanfaatkan atau tidak.
Dari penelitian yang telah dilakukan, talus Padina australis Hauck mengandung senyawa
steroid-triterpenoid dan polisakarida.
Dari ekstrak n-heksana diperoleh dua isolat yaitu isolat 1 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak, dan isolat 2 diduga termasuk golongan triterpenoid.
Dari ekstrak etilasetat diperoleh tiga isolat yaitu isolat 3, isolat 4 dan isolat 5.isolat 3 termasuk ke dalam golongan asam lemak dengan ikatan rangkap terkonyugasi, isolat 4 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak jenuh dan isolat 5 termasuk golongan steroid.
Dari ekstrak metanol diperoleh tiga isolat yaitu isolat 6, isolat 7 dan isolat 8.isolat 6 dan 8 termasuk ke dalam golongan steroid, isolat 7 adalah fukosterol. Dari ekstrak air diperoleh natrium alginat dengan rendemen yang cukup tinggi yaitu 42%.
Dari ekstrak n-heksana diperoleh dua isolat yaitu isolat 1 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak, dan isolat 2 diduga termasuk golongan triterpenoid.
Dari ekstrak etilasetat diperoleh tiga isolat yaitu isolat 3, isolat 4 dan isolat 5.isolat 3 termasuk ke dalam golongan asam lemak dengan ikatan rangkap terkonyugasi, isolat 4 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak jenuh dan isolat 5 termasuk golongan steroid.
Dari ekstrak metanol diperoleh tiga isolat yaitu isolat 6, isolat 7 dan isolat 8.isolat 6 dan 8 termasuk ke dalam golongan steroid, isolat 7 adalah fukosterol. Dari ekstrak air diperoleh natrium alginat dengan rendemen yang cukup tinggi yaitu 42%.
2. Cryptopleura
Klasifikasi ;
Kingdom : Plantae
Divisi : Rhodophyta
Kelas : Rhodophyceae
Bangsa : Ceramiales
Suku : Delesseriaceae
Marga : Cryptopleura
Spesies : Cryptopleura ruprechtiana
Pengamatan yang saya lakukan pada cryptopleura ini yaitu, Thallus yang tipis tipis, mawar merah, berbentuk kipas pisau dengan
urat-urat halus memancar dari dekat pangkalan. Pisau ini dibedah menjadi lobus
banyak, yang dapat dibatasi dengan bladelets kecil. Blades dapat mencapai 20 cm
(8 in) atau lebih tinggi dan sering lebih luas daripada tinggi.
3.
Halimeda simulans
Klasifikasi
Kingdom Plantae
Divisi
Chlorophyta
Class
Chlorophyceae
Ordo
Caulerpales
Family
Udoteaceae
Genus
Halimeda
Species
Halimeda simulans
(Biogeodp.2011)
Deskripsi
Tanaman
Halimeda adalah alga berkapur hijau yang merupakan tanaman hias berharga di
akuarium laut.Sering disebut pabrik uang, tanaman Halimeda banyak memiliki daun
hijau kecil yang bentuknya bundar yang melekat ujung ke ujung dalam ukuran
penurunan pada akhir tanaman. Tanaman ini deposito kalsium karbonat dalam
jaringan dan akan memerlukan suplemen kalsium serta pencahayaan yang tinggi
untuk terus berkembang. Jika tidak menerima cukup baik, tanaman akan berwarna
pucat dan akhirnya memudar menjadi putih. Seperti daun yang lebih tua dari
tanaman ini jatuh ke lantai dari akuarium dan membusuk, mereka melepaskan
kalsium yang mereka konsumsi menambah kemampuan buffering dari
tangki.(Biogeodb.2011).
Thallus
terdapat segmen bantalan kompak berumpun, percabangan utama dichotoms atau
tetrachotomus. Segment berbentuk ginjal atau bulat lonjong lebar 18 mm, panjang
15 mm. Basal segment berukuran lebar 15 mm, panjang 24 mm (Iptek.2011).
Banyak
diantara anggota nonmotil filum ini tampaknya benar-benar seperti
tumbuhan.Dinding sel selulose dan adanya klorofil a dan b merupakan ciri-ciri
tumbuhan dan hal ini menunjukkan bahwa alga hijau merupakan kerabat Protista
yang paling dekat dengan tumbuhan. Sebagian ahli biologi percaya bahwa dunia
tumbuhan berevolusi dari anggota awal filum ini (Kimball.1991:868).
Menurut
Sulisetjono (2009), dinding sel tersusun atas dua lapis bagian dalam tersusun
oleh selulose dan lapisan luar adalah pectin. Dinding sel caulerpa mengandung xylan atau mannan.
Halimeda
membutuhkan kalsium yang cukup tinggi dan tingkat alkalinitas mirip dengan batu
karang untuk bertahan hidup.Halimeda juga suka pencahayaan intensitas yang
lebih tinggi (Biogeodb.2011).
Perkembanganbiakan
secara vegetative dilakukan dengan fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel.
Secara aseksual dengan cara membentuk sel khusus yang mampu berkembang menjadi
individu baru tanpa peleburan sel kelamin disebut perkembangbiakan secara
sporik. Secara seksual banyak dijumpai yaitu isogamy, anisogamy, dan oogamy
(Sulisetjono,2009:71).
Habitat
Halimeda
tanaman ditemukan di samudera tropis yang ada di seluruh dunia.Hewan sangat
sedikit yang mau memakannya dan ini terutama digunakan untuk dekorasi dan
merupakan salah satu dari beberapa tanaman yang dianggap tanaman penyambut
layar utama dalam akuarium terumbu karang.Tanaman ini tidak mentolerir
pemangkasan berlebihan dan tingkat nitrat tinggi atau fosfat (Biogeodb.2011).
Tumbuh
di paparan terumbu karang, pada substrat pasir dengan kedalaman 2-30 m,
keberadaannya di perairan laut kawasan Indonesia tengah dan timur.Jika tanaman
Halimeda tidak melekat pada sebuah batu, cukup mengubur basis di pasir
(Iptek.2011).
Manfaat
Sebagai
sumber karbonat di laut belum dimanfaatkan.Anda dapat menggunakan suplemen zat
besi dalam ketiadaan moderasi kaya nutrisi, air dan perawatan harus dilakukan
ketika menggunakan suplemen ini sebagai besi juga dapat mendorong pertumbuhan
ganggang alga rambut gangguan dan kurang di inginkan (Iptek.2011).
Halimeda
mungkin adalah alga makro terbaik untuk dimiliki dalam tangki karang.Hal ini
lambat tumbuh, sehingga tidak dapat dengan mudah menjadi gangguan.Ini tumbuh
dari pegangan erat daripada pelari, sehingga tidak menyebar dan mengambil alih
karang. Ini juga tidak secara spontan membakar semudah caulerpa, tetapi
kadang-kadang daun akan mati dan menjadi putih karena presentase yang tinggi
kalsium dalam ganggang dimana caulerpa gilirannya jelas. Ini benar-benar
berkontribusi banyak untuk pasir di daerah pantai (Biogeodb.2011).
Menurut
Triastinurmiatiningsih (2008), rumput laut tumbuh baik dan merupakan produk hasil
perairan yang melimpah di Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa alga
laut selain banyak mengandung zat gizi spesifik seperti mineral.Karbohidrat
yang ada pada alga laut banyak mengandung selulose dan hemiselulose yang
merupakan bagian gizi yang tidak dapat dicerna seluruhnya oleh enzim dalam
tubuh (memberikan sedikit energy).
4.
Turbinaria conoides
Klasifikasi
Regnum : Plantae
Filum : Thallophyta
Divisi : Phaeophyta
Kelas : Phaeophyceae
Suku : Sargassaceae
Marga : Tubinaria
Jenis : Turbinaria conoides (J.agardh) Kuetzing
Filum : Thallophyta
Divisi : Phaeophyta
Kelas : Phaeophyceae
Suku : Sargassaceae
Marga : Tubinaria
Jenis : Turbinaria conoides (J.agardh) Kuetzing
Pengamatan yang saya lakukan pada turbinaria conaides ini Batang
silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa
cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan
berputar sekeliling batang utama. daun merupakan kesatuan yang terdiri dari
tangkai dan lembaran
Algae jenis ini mempunyai nama latin Turbinaria conoides
(J.Argadh) Kuetzing dan biasanya masyarakat Indonesia menyebut algae ini dengan
nama Rumput coklat corong. Algae jenis ini memiliki ciri-ciri batang berbentuk
silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa
cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan
berputar sekeliling batang utama dan daun merupakan kesatuan yang terdiri dari
tangkai dan lembaran.
Di Pantai Pasir Putih algae jenis ini lumayan banyak dan lumayan mudah untuk menemukannya. Untuk pernyebaran umumnya algae jenis ini terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu dan banyak tersebar luas di perairan Indonesia.
Untuk pemanfaatan rumput laut jenis Turbinaria conoides (J.Agardh) Kuetzing ini belum banyak dimanfaatkan karena belum diketahui kegunaannya. Dari beberapa penelitian yang telah dipublikasikan rumput laut jenis ini digunakan sebagai sumber iodin, alginat dan mengandung sterol, serta sebagai salad.
Algae jenis ini bernilai ekonomis karena mempunyai potensi untuk diekspor keluar negeri terutama ke Negara Jepang.
Di Pantai Pasir Putih algae jenis ini lumayan banyak dan lumayan mudah untuk menemukannya. Untuk pernyebaran umumnya algae jenis ini terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu dan banyak tersebar luas di perairan Indonesia.
Untuk pemanfaatan rumput laut jenis Turbinaria conoides (J.Agardh) Kuetzing ini belum banyak dimanfaatkan karena belum diketahui kegunaannya. Dari beberapa penelitian yang telah dipublikasikan rumput laut jenis ini digunakan sebagai sumber iodin, alginat dan mengandung sterol, serta sebagai salad.
Algae jenis ini bernilai ekonomis karena mempunyai potensi untuk diekspor keluar negeri terutama ke Negara Jepang.
Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada
batu. Tersebar luas di perairan Indonesia. Batang silindris, tegak, kasar
terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat
perakaran yang berekspansi radial. Percabangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar