WELCAME

من جد وجد ومن زرع حصد ومن سار على الدرب وصل

Barang siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil, barang siapa menanam dia yang memetik, barang siapa yang berjalan dia akan sampai

Jumat, 23 November 2012

Laporan kkl



BAB III
          HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil penelitian


1.       Padina australis Hauck

Gambar 1.1

2.       Cryptopleura
 

Gambar 1.2

3.       Ha,imeda simulans


Gambar 1.3
4.       Turbinaria conoides

Gambar 1.4


3.2 pembahasan


1.       Padina australis hauck
Berikut ini klasifikasi dari algae jenis Padina Australis Hauck :

Regnum : Plantae
Filum : Thallopyta
Divisi : Phaeophyta
Kelas : Phaeophyceae
Ordo : Dictyotales
Family : Dictyotaceae
Genus : Padina
Species : Padina australis Hauck
Pengamatan yang saya lakukan padina ini memliki Ciri-ciri umum yaitu, Bentuk thalli seperti kipas membentuk segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan perkampuran di bagian permukaan daun.Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang kadang memutih karena terdapat perkapur.
       Menurut literature yang kami dapat bahwa jenis algae yang kita dapatkan mempunyai nama latin Padina Australis Hauck. Algae jenis ini memiliki ciri-ciri bentuk thallus seperti kipas membentuk segment-segment lembaran tipis (lobus) dengan garis-garis berambut radial dan perkampuran di bagian permukaan daun.Warna coklat kekuning-kuningan atau kadang kadang memutih karena terdapat perkapur.
Alge jenis ini ditemukan di pinggir pantai di bebatuan dan penyebaran algae ini tersebar luas di perairan Pasifik selatan dan perairan Samodera Hindia dan mudah ditemukan di perairan Indonesia. Algae jenis ini sekarang belum diketahui bias dimanfaatkan atau tidak.
Dari penelitian yang telah dilakukan, talus Padina australis Hauck mengandung senyawa steroid-triterpenoid dan polisakarida.
Dari ekstrak n-heksana diperoleh dua isolat yaitu isolat 1 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak, dan isolat 2 diduga termasuk golongan triterpenoid.
Dari ekstrak etilasetat diperoleh tiga isolat yaitu isolat 3, isolat 4 dan isolat 5.isolat 3 termasuk ke dalam golongan asam lemak dengan ikatan rangkap terkonyugasi, isolat 4 diduga termasuk ke dalam golongan asam lemak jenuh dan isolat 5 termasuk golongan steroid.
Dari ekstrak metanol diperoleh tiga isolat yaitu isolat 6, isolat 7 dan isolat 8.isolat 6 dan 8 termasuk ke dalam golongan steroid, isolat 7 adalah fukosterol. Dari ekstrak air diperoleh natrium alginat dengan rendemen yang cukup tinggi yaitu 42%.
2.       Cryptopleura

Klasifikasi  ;
Kingdom : Plantae
Divisi      :               Rhodophyta
Kelas     :               Rhodophyceae
Bangsa    :            Ceramiales
Suku         :            Delesseriaceae
Marga   :               Cryptopleura
Spesies      :     Cryptopleura ruprechtiana

Pengamatan yang saya lakukan pada cryptopleura ini  yaitu, Thallus yang tipis tipis, mawar merah, berbentuk kipas pisau dengan urat-urat halus memancar dari dekat pangkalan. Pisau ini dibedah menjadi lobus banyak, yang dapat dibatasi dengan bladelets kecil. Blades dapat mencapai 20 cm (8 in) atau lebih tinggi dan sering lebih luas daripada tinggi.







3.       Halimeda simulans

Klasifikasi
Kingdom Plantae
                Divisi Chlorophyta
                                Class Chlorophyceae
                                                Ordo Caulerpales
                                                                Family Udoteaceae
                                                                                Genus Halimeda
                                                                                                Species Halimeda simulans
                                                                                                                (Biogeodp.2011)
Deskripsi
                Tanaman Halimeda adalah alga berkapur hijau yang merupakan tanaman hias berharga di akuarium laut.Sering disebut pabrik uang, tanaman Halimeda banyak memiliki daun hijau kecil yang bentuknya bundar yang melekat ujung ke ujung dalam ukuran penurunan pada akhir tanaman. Tanaman ini deposito kalsium karbonat dalam jaringan dan akan memerlukan suplemen kalsium serta pencahayaan yang tinggi untuk terus berkembang. Jika tidak menerima cukup baik, tanaman akan berwarna pucat dan akhirnya memudar menjadi putih. Seperti daun yang lebih tua dari tanaman ini jatuh ke lantai dari akuarium dan membusuk, mereka melepaskan kalsium yang mereka konsumsi menambah kemampuan buffering dari tangki.(Biogeodb.2011).
                Thallus terdapat segmen bantalan kompak berumpun, percabangan utama dichotoms atau tetrachotomus. Segment berbentuk ginjal atau bulat lonjong lebar 18 mm, panjang 15 mm. Basal segment berukuran lebar 15 mm, panjang 24 mm (Iptek.2011).
                Banyak diantara anggota nonmotil filum ini tampaknya benar-benar seperti tumbuhan.Dinding sel selulose dan adanya klorofil a dan b merupakan ciri-ciri tumbuhan dan hal ini menunjukkan bahwa alga hijau merupakan kerabat Protista yang paling dekat dengan tumbuhan. Sebagian ahli biologi percaya bahwa dunia tumbuhan berevolusi dari anggota awal filum ini (Kimball.1991:868).
                Menurut Sulisetjono (2009), dinding sel tersusun atas dua lapis bagian dalam tersusun oleh selulose dan lapisan luar adalah pectin. Dinding sel caulerpa mengandung xylan atau mannan.
                Halimeda membutuhkan kalsium yang cukup tinggi dan tingkat alkalinitas mirip dengan batu karang untuk bertahan hidup.Halimeda juga suka pencahayaan intensitas yang lebih tinggi (Biogeodb.2011).
                Perkembanganbiakan secara vegetative dilakukan dengan fragmentasi tubuhnya dan pembelahan sel. Secara aseksual dengan cara membentuk sel khusus yang mampu berkembang menjadi individu baru tanpa peleburan sel kelamin disebut perkembangbiakan secara sporik. Secara seksual banyak dijumpai yaitu isogamy, anisogamy, dan oogamy (Sulisetjono,2009:71).

Habitat
                Halimeda tanaman ditemukan di samudera tropis yang ada di seluruh dunia.Hewan sangat sedikit yang mau memakannya dan ini terutama digunakan untuk dekorasi dan merupakan salah satu dari beberapa tanaman yang dianggap tanaman penyambut layar utama dalam akuarium terumbu karang.Tanaman ini tidak mentolerir pemangkasan berlebihan dan tingkat nitrat tinggi atau fosfat (Biogeodb.2011).
                Tumbuh di paparan terumbu karang, pada substrat pasir dengan kedalaman 2-30 m, keberadaannya di perairan laut kawasan Indonesia tengah dan timur.Jika tanaman Halimeda tidak melekat pada sebuah batu, cukup mengubur basis di pasir (Iptek.2011).
Manfaat
                Sebagai sumber karbonat di laut belum dimanfaatkan.Anda dapat menggunakan suplemen zat besi dalam ketiadaan moderasi kaya nutrisi, air dan perawatan harus dilakukan ketika menggunakan suplemen ini sebagai besi juga dapat mendorong pertumbuhan ganggang alga rambut gangguan dan kurang di inginkan (Iptek.2011).
                Halimeda mungkin adalah alga makro terbaik untuk dimiliki dalam tangki karang.Hal ini lambat tumbuh, sehingga tidak dapat dengan mudah menjadi gangguan.Ini tumbuh dari pegangan erat daripada pelari, sehingga tidak menyebar dan mengambil alih karang. Ini juga tidak secara spontan membakar semudah caulerpa, tetapi kadang-kadang daun akan mati dan menjadi putih karena presentase yang tinggi kalsium dalam ganggang dimana caulerpa gilirannya jelas. Ini benar-benar berkontribusi banyak untuk pasir di daerah pantai (Biogeodb.2011).
                Menurut Triastinurmiatiningsih (2008), rumput laut tumbuh baik dan merupakan produk hasil perairan yang melimpah di Indonesia. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa alga laut selain banyak mengandung zat gizi spesifik seperti mineral.Karbohidrat yang ada pada alga laut banyak mengandung selulose dan hemiselulose yang merupakan bagian gizi yang tidak dapat dicerna seluruhnya oleh enzim dalam tubuh (memberikan sedikit energy).

4.       Turbinaria conoides
Klasifikasi
  Regnum : Plantae
           Filum : Thallophyta
                  Divisi : Phaeophyta
                         Kelas : Phaeophyceae
                              Suku : Sargassaceae
                                  Marga : Tubinaria
                                       Jenis : Turbinaria conoides (J.agardh) Kuetzing

Pengamatan yang saya lakukan pada turbinaria conaides ini Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran
Algae jenis ini mempunyai nama latin Turbinaria conoides (J.Argadh) Kuetzing dan biasanya masyarakat Indonesia menyebut algae ini dengan nama Rumput coklat corong. Algae jenis ini memiliki ciri-ciri batang berbentuk silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama dan daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.
Di Pantai Pasir Putih algae jenis ini lumayan banyak dan lumayan mudah untuk menemukannya. Untuk pernyebaran umumnya algae jenis ini terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu dan banyak tersebar luas di perairan Indonesia.
Untuk pemanfaatan rumput laut jenis Turbinaria conoides (J.Agardh) Kuetzing ini belum banyak dimanfaatkan karena belum diketahui kegunaannya. Dari beberapa penelitian yang telah dipublikasikan rumput laut jenis ini digunakan sebagai sumber iodin, alginat dan mengandung sterol, serta sebagai salad.
Algae jenis ini bernilai ekonomis karena mempunyai potensi untuk diekspor keluar negeri terutama ke Negara Jepang.
Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia. Batang silindris, tegak, kasar terdapat bekas-bekas percabangan. Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berekspansi radial. Percabangan.