1.Sel Prokariotik
Sel
prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti. Maka materi genetik
sel prokariotik tidak dibungkus oleh selaput. Kebanyakan sel prokariotik adalah
uniseluler, walaupun ada pula beberapa yang multiseluler. Sel prokariotik uniseluler
ini mampu membentuk koloni.
Semua
sel prokariotik mempunyai membran sel plasma, neklueoid berupa DNA dan RNA,
serta sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki
membran inti, sehingga bahan inti yang berada dalam sel mengadakan kontak
langsung dengan protoplasma. Sel prokariotik juga tidak memiliki sistem
endomembran (membran dalam), seperti retikulum endoplasma dan kompleks Golgi.
Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas,
tetapi mempunyai struktur yang berfungsi sama dengan keduanya, yaitu mesosom
dan kromator. Contoh sel prokariotik adalah bakteri (Bacteria) dan
Sianobakteri (Cyanobacteria). Adapun bagian-bagian sel bakteri dan
fungsinya adalah sebagai berikut:
1).
Dinding Sel yang tersusun dari atas peptidoglikan, lipid dan protein.
Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan memberi bentuk yang tetap. Pada
dinding sel terdapat pori-pori sebagai jalan keluar masuknya molekul-molekul.
2).
Membran Plasma yang tersusun atas molekul lipid dan protein dan
berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan di sekirnya,
dengan jalan mengatur lalu lintas molekul dan ion-ion dari dalam
3).
Sitoplasma yang tersusun dari air, protein, lipid, mineral dan enzim
yang berfungsi untuk mencerna makanan secara ekstraselular untuk melakukan
metabolisme sel.
4).
Mesosom yaitu membran plasma yang melekuk ke dalam membentuk bangunan.
Fungsinya sebagai pengahasil energi.
5).
Ribosom merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein
6).
DNA (Asam Deoksiribonukleat), berfungsi sebagai pembawa informasi
genteika, yaitu sifat-sifat yang harus diwariskan kepada keturunannya.
7).
RNA (Asam Ribonukleat), RNA berfungsi membawa kode-kode gentika sesuai
pesanan DNA.
Ternyata
sel prokariotik terdiri atau tersusun dari berbagai bagian. Setiap bagian
bagian sel memiliki fungsi yang berbeda. Tetapi seluruh bagian tersebut harus
bekerja sama membentuk satu kesatuaan.
“Setiap
bagian sel ini mempunyai peranan yang penting bagi kelangsungan hidup
sebuah sel, Namun bagian-bagian sel itu tidak dapat berdiri sendiri dalam
menjalankan fungsi sel, melainkan membentuk satu kesatuan” (Purnomo, Sudjino,
Sembiring dan Trijoko (2006:9)).
2.Sel Eukariotik
Sel
eukariotik adalah sel yang memiliki selaput inti. Maka, materi genetiknya tidak
tersebar melainkan dibungkus selaput. Jenis-jenis sel eukariotik meliputi: sel
protista, sel hewan, sel tumbuhan, dan sel fungi. Adapun bagian-bagian dari sel
eukariotik adalah sebagai berikut :
1).
Membran Sel (selaput Plasma) yaitu selaput selektif permeabel, artinya
hanya dapat dilaui molekul-molekul tertentu, seperti glukosa, asam amino.
Gliserol dan berbagai ion.
2).
Sitoplasma adalah materi yang mengisi antara inti dan selaput plasma.
3).
Sitoskleton atau rangka sel tersusun atas tiga jenis serabut yaitu
mikrofilamen, mikrotubulus dan filamen intermediar.
4).
Nukleus merupakan organel terbesar di dalam sel yang berperan penting
pada sel sebagai pengendali kegiatan sel.
5).
Retikulum Endoplasma merupakan organl yang tersusunoleh membran yang
terbentuk seperti jala dan berfungsi sebagai saluran penghubung antara nukleus
dengan bagian luar sel.
6).
Ribosom yaitu bagian terkecil dari sel dan berfungsi sebagai tempat
sintesis potein.
7).
Kompleks golgi yaitu mempunyai hubungan erat dalam sekresi protei sel.
8).
Lisosom merupakan membran kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik (lisozom).
9).
Badan Mikro yaitu berisi enzim katalase.
10).
Mitokondria berfungsi dalam oksidasi makanan, respirasi sel,
dehidrogenasi, fosforilasi oksidatif dan sistem elektron.
11).
Kloroplas berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
12).
Sentriol berfungsi
sebagai pembelahan sel dan sebagai pusat pengaturan pergerakan benang-benang
pembelahan sewaktu mitosis.
Perbedaan Sel Prokariotik Dan Sel Eukaritok
Perbedaan sel prokariotik dan sel
eukariotik terletak pada inti selnya. Sel prokariotik adalah sel yang tidak
memiliki selaput inti. Sedangkan sel eukariotik adalah sel yang memiliki
selaput inti. Adapun perbedaan lainnya adalah sebagai berikut :
No
|
Organel
|
Prokariotik
|
Eukariotik
|
1
|
Membran Plasma
|
Ada
|
|
2
|
Sitoplasma
|
Ada
|
Ada
|
3
|
Ribosom
|
Ada
|
Ada
|
4
|
Dinding Sel
|
Ada
|
|
5
|
Mesosom
|
Ada
|
|
6
|
Nukleus
|
Ada
|
|
7
|
Retikulum Endoplasma
|
Ada
|
|
8
|
Sentriol
|
Ada
|
|
9
|
Lisosom
|
Ada
|
|
10
|
Kompleks Golgi
|
Ada
|
|
11
|
Mitokondria
|
Ada
|
|
12
|
Badan Mikro
|
Ada
|
|
Jamur
(kapang)
Jamur benang atau kapang adalah
golongan fungi yang membentuk lapisan jaringan miselium dan spora yang tampak,
tetapi tidak dapat membentuk badan buah yang makroskopis. Misselium
terdiri dari filament tubular yang tumbuh yaitu hifa. Antara satu hifa dengan
hifa yang lain biasanya dipisahkan oleh septa. Septa memiliki pori-pori yang
memungkinkan organel, bahkan terkadang nucleus, untuk lewat. Beberapa hifa
bersifat coenositik (memiliki banyak inti), dan tidak memiliki septa. Hifa
dapat memiliki beberapa modifikasi, seperti hifa reproduktif (untuk berkembang
biak), hifa nutritif (untuk menyerap nutrisi), rhizoid (untuk menempel ke inang
atau substrat), bahkan pada sepesies tertentu, hifa predasi (berbentuk
perangkap yang bisa menjebak nematoda kecil sebagai sumber nutrisi) (Singleton
dan Sainsbury, 2006).
Fungi dapat berkembang biak baik
secara seksual maupun aseksual. Perkembangbiakan secara seksual terjadi ketika
hifa dengan tipe perkawinan (mating type) yang berbeda bersentuhan, kemudian
melebur mebentuk zigot. Hifa fungi tidak dapat dibedakan secara visual maupun
morfologis menjadi jantan ataupun betina, hanya dapat dibedakan menjadi tipe
perkawinan berdasarkan struktur genetiknya. Perkembangbiakan secara aseksual
terjadi dengan cara membelah diri atau terbelahnya hifa, atau dengan
menyebarkan spora haploid (Schooley, 1997).
1. Rhizopus sp.
Rhizopus sp.
adalah genus jamur benang yang termasuk filum Zygomycota ordo Mucorales. Rhizopus
sp. mempunyai ciri khas yaitu memiliki hifa yang membentuk rhizoid untuk
menempel ke substrat. Ciri lainnya adalah memiliki hifa coenositik, sehingga
tidak bersepta atau bersekat. Miselium dari Rhizopus sp. yang juga
disebut stolon menyebar diatas substratnya karena aktivitas dari hifa
vegetatif. Rhizopus sp. bereproduksi secara aseksual dengan
memproduksi banyak sporangiofor yang bertangkai. Sporangiofor ini tumbuh kearah
atas dan mengandung ratusan spora. Sporagiofor ini biasanya dipisahkan dari
hifa lainnya oleh sebuah dinding seperti septa. Salah satu contohnya spesiesnya
adalah Rhizopus stonolifer yang biasanya tumbuh pada roti basi.
(Postlethwait dan Hopson, 2006).
2. Mucor sp.
Mucor adalah
genus fungi yang berasal dari ordo Mucorales yang merupakan fungi tipikal
saprotrop pada tanah dan serasah tumbuhan. Hifa vegetatifnya bercabang-cabang,
bersifat coenositik dan tidak bersepta. Mucor berkembangbiak secara aseksual
dengan membentuk sporangium yang ditunjang oleh batang yang disebur
sporangiofor. Ciri khas pada Mucor adalah memiliki sporangium yang
berkolom-kolom atau kolumela (Singleton dan Sainsbury, 2006).
3.
Penicillium sp.
Penicillium sp. adalah genus fungi dari
ordo Hypomycetes, filum Askomycota. Penicillium sp. memiliki ciri hifa
bersepta dan membentuk badan spora yang disebut konidium. Konidium berbeda
dengan sporangim, karena tidak memiliki selubung pelindung seperti sporangium.
Tangkai konidium disebut konidiofor, dan spora yang dihasilkannya disebut
konidia. Konidium ini memiliki cabang-cabang yang disebut phialides sehingga
tampak membentuk gerumbul. Lapisan dari phialides yang merupakan tempat
pembentukan dan pematangan spora disebut sterigma. Beberapa jenis Penicillium
sp. yang terkenal antara lain P. notatum yang digunakan sebagai
produsen antibiotik dan P. camembertii yang digunakan untuk membuat
keju biru (Purves dan Sadava, 2003).
4. Aspergillus
sp.
Aspergillus sp., seperti Penicillium
sp., berasal dari ordo yang sama yaitu Hypomycetes. Aspergillus sp.
membentuk badan spora yang disebut konidium dengan tangkainya konidiofor. Aspergillus
sp. memiliki ciri khas yaitu memiliki sterigma primer dan sterigma
sekunder karena phialidesnya bercabang 2 kali. Salah satu contoh jamur ini
adalah Aspergillus orizae yang digunakan untuk pembuatan tempe dan Aspergillus
flavus yang memproduksi aflatoxin, zat karsinogenik terkuat yang pernah
ditemukan (Robinson, 2001).
5. Monilia sp.
Monilia sp. adalah genus fungi dari ordo
Hypomycetes, filum Askomycota. Sekarang nama genus Monilia tidak dipakai lagi
dan diganti dengan Candida. Candida sp. tergolong jamur tidak
sempurna, karena tidak memiliki siklus seksual yang jelas, walaupun analisis
genom pada spesies Candida albicans memiliki pengulangan yang
mengindikasikan kemungkinan siklus seksual. Bentuk Candida sp.
menyerupai khamir walau tergolong jenis jamur benang. Antara hifa satu dengan
yang lainnya tiak berikatan erat sehingga sel gampang terlepas dan membentuk
tunas. Candida sp. jarang membentuk misellium maupun konidium, dan
bila ada, biasanya bersifat rudimenter. Metode perkembangbiakan Candida sp.
lebih didominasi cara pertunasan. Candida sp. dapat ditemukan hidup
saprotrof di tanah, makanan, tanaman dan beberapa jenis hidup secara parasit di
tubuh hewan atau manusia, contohnya Candida albicans yang hidup di
saluran kelamin manusia. (Singleton dan Sainsbury, 2006).
Bakteri (Khamir)
Sejarah
Penggunaan Khamir (Yeast) Dalam Makanan
Khamir
(yeast) merupakan jasad renik (mikroorganisme) yang pertama yang
digunakan manusia dalam industri pangan. Orang-orang Mesir zaman dahulu telah
menggunakan yeast dan proses fermentasi dalam memproduksi minuman
beralkohol dan membuat roti pada lebih dari 5000 tahun yang lalu.
Setelah
ditemukannya mikroskop Louis Pasteur pada akhir tahun 1860 menyimpulkan bahwa
yeast merupakan mikroba hidup yang bertindak sebagai agen dalam proses
fermentasi dan digunakan sejak zaman dahulu untuk menaikan adonan roti. Tidak
lama setelah penemuan tersebut, dilakukan upaya untuk mengisolasi yeast secara
murni. Dengan kemampuan ini mulailah dilakukan produksi yeast secara komersial
untuk keperluan pembuatan roti. Jenis yang dikembangkan adalah Saccharomyces
cerevisiae yang disebut dengan Baker’s yeasts.
Sejak
saat itu, perusahan roti, minuman dan para ahli mulai berupaya untuk
memproduksi strain murni yeast yang tepat untuk keperluan industri yang
disesuaikan dengan rasa dan keperluan kualitas serta karateristik lainnya.
Sedangkan di Indonesia yang dikenal dengan ragi untuk tape sebenarnya ada yang
tidak murni dari jenis yeast saja akan tetapi dicampur dengan jenis bakteri
dimana disesuaikan dengan kebutuhan produk yang akan dihasilkannya.
Karakteristik
Dan Morfologi Khamir
Yeast adalah
salah satu mikroorganisme yang termasuk dalam golongan fungi yang
dibedakan bentuknya dari mould (kapang) karena berbentuk uniseluler.
Reproduksi vegetatif pada khamir terutama dengan cara pertunasan. Sebagai sel
tunggal yeast tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibanding dengan mould
yang tumbuh dengan pembentukan filamen. Yeast sangat mudah dibedakan
dengan mikroorganisme yang lain misalnya dengan bakteri, yeast mempunyai
ukuran sel yang lebih besar dan morfologi yang berbeda. Sedangkan dengan protozoa,
yeast mempunyai dinding sel yang lebih kuat serta tidak melakukan
fotosintesis bila dibandingkan dengan ganggang atau algae. Dibandingkan
dengan kapang dalam pemecahan bahan komponen kimia yeast lebih efektif
memecahnya dan lebih luas permukaan serta volume hasilnya lebih banyak.
Yeast dapat
dibedakan atas dua kelompok berdasarkan sifat metabolismenya yaitu bersifat
fermentatif dan oksidatif. Jenis fermentatif dapat melakukan fermentasi alkohol
yaitu memecah gula (glukosa) menjadi alkohol dan gas contohnya pada produk
roti.
Sedangkan
oksidatif (respirasi) maka akan menghasilkan CO2 dan H2O.
Keduanya bagi yeast adalah dipergunakan untuk energi walaupun energi
yang dihasilkan melalui respirasi lebih tinggi dari yang melalui fermentasi.
Dibandingkan
dengan bakteri, yeast dapat tumbuh dalam larutan yang pekat misalnya
larutan gula atau garam lebih juga menyukai suasana asam dan lebih bersifat
menyukai adanya oksigen. Yeast juga tidak mati oleh adanya antibiotik
dan beberapa yeast mempunyai sifat antimikroba sehingga dapat menghambat
pertumbuhan bakteri dan mould.
Adanya
sifat-sifat yang tahan pada lingkungan yang stress (garam, asam dan gula) maka
dalam persaingannya dengan mikroba lain yeast lebih bisa hidup normal.
Beda
khamir dengan ragi
-
Khamir adl mikroorganisme uniseluler yg msk kedlm kingdom fungi
-
Ragi (starter) merupakan inokulum yang ditambahkan kedlm suatu substrat
shg substrat tsb akan berubah atau mengalami fermentasi.
Ex
: tape & tempe mengandung lbh dr 1 jenis m.o, baik khamir (saccharomycopsis
fibuligera, saccharomycopsis malanga, pichia burtonii, sacharomyces
cerevisiae,dan candida utilis), kapang (amylomyces rouxii, mucor sp)
dan bakteri (pediococcus sp & bacillus sp)
Jadi,
ragi ini mengandung lebih dr 1 jenis m.o didalamnya termasuk khamir, kapang dan
juga bakteri.
Kelompok
Khamir (Yeast)
a.
Kelompok yeast sejati (True yeasts)
Kelompok
yeast sejati pada dasarnya termasuk kedalam kelas Ascomycetes,
dengan ciri memiliki spora. Termasuk kedalam kelompok ini adalah berbagai
spesies Saccharomyces, Schizosaccharomyces, Zygosaccharomyces, Pichia,
Hansenula, Debaryomyces dan Hanseniaspora.
Sedangkan
pada kelompok jenis yeast sejati ini spesies yang umum digunakan dalam
industri adalah Saccharomyces cerevisiae yaitu untuk pembuatan
roti, minuman beralkohol, glyserol dan enzim invertase.
b.
Kelompok yeast yang liar (wild yeast)
Kelompok
yeast ini tidak mempunyai spora. Yeast liar ini pertumbuhannya terkadang
diharapkan ada yang tidak diharapkan dalam suatu fermentasi. Termasuk dalam
kelompok yeast ini adalah Candida, Torulopsis, Brettanomyces,
Rhodotorula, Trichosporon dan Kloeckera.
Kerusakan
oleh khamir
Khamir
mempunyai kisaran pH pertumbuhan 1.5-8.5. Namun kebanyakan khamir lebih cocok
tumbuh pada kondisi asam, yaitu pada pH 4-4.5, sehingga kerusakan oleh khamir
lebih mungkin terjadi pada produk-produk asam. Suhu lingkungan yang optimum
untuk pertumbuhan khamir adalah 25-30oC dan suhu maksimum 35-47oC.
Beberapa khamir dapat tumbuh pada suhu 0oC atau lebih rendah. Khamir
tumbuh baik pada kondisi aerobik, tetapi khamir fermentatif dapat tumbuh secara
anaerobik meskipun lambat.
Khamir
hanya sedikit resisten terhadap pemanasan, dimana kebanyakan khamir dapat
terbunuh pada suhu 60oC. Jika makanan kaleng busuk karena pertumbuhan
khamir, maka dapat diduga pemanasan makanan tersebut tidak cukup atau kaleng
telah bocor. Pada umumnya kebusukan karena khamir disertai dengan pembentukan
alkohol dan gas CO2 yang menyebabkan kaleng menjadi kembung. Khamir
dapat membusukkan buah kaleng, jam dan jelly serta dapat menggembungkan kaleng
karena produksi CO2. Seperti halnya kapang, khamir yang tumbuh pada
makanan yang diolah dengan pemanasan tidak menyebabkan penyakit pada manusia.
Manfaat
Khamir Dalam Produk Pangan
Dengan
memperhatikan aktivitas yeast yang sangat reaktif dan beragam terhadap
bahan makanan, maka dapat dikatakan yeast mempunyai potensi yang besar
selain sebagai agen fermentasi, dapat memberi perubahan yang sangat signifikan
baik dalam rasa, aroma maupun tekstur dari pangan tersebut. Seperti kita lihat
selain pada pembuatan roti dan minuman yang beraroma alkohol, atau dari sayur
dan buah fermentasi secara umum pemanfaatan yeast dalam mengembangkan
produk pangan dapat diketahui seperti di bawah ini :
a.
Susu dan produk olahannya
Produk
|
Yeast
spesies
|
Susu segar, pasteurisasi
|
Rhodotorula
spp., Candida famata, C. diffluens, C. curvata, Kluyveromyces marxianus,
Cryptococcus flavus.
|
Mentega
|
Rhodotorula
rubra, R. glutinis, Candida famata, C. diffluens, C. lipolytica, Cryptococcus
laurentii.
|
Yogurt
|
Kluyveromyces
marxianus, Candida famata,
Debaryomyces
hansenii, Saccharomyces cerevisiae,
Hansenula
anomala.
|
Keju Cottage dan segar
|
Kluyveromyces
marxianus, C. lipolytica, Candida famata
dan
Candida yang lain, Debaryomyces hansenii,
Cryptococcus
laurentii, Sporobolmyces roseus.
|
Keju lunak dimatangkan
dengan
jamur (mold)
|
Kluyveromyces
marxianus, Candida famata, Candida
lipolytica,
Pichia membranafaciens, P. fermentans,
Debaryomyces
hansenii, Saccharomyces cerevisiae,
Zigosaccharomyces
rouxii.
|
b.
Daging dan produk olahannya
Produk
|
Yeast
spesies
|
Daging segar merah dan unggas
|
Candida
spp., Rhodotorula spp., Debaryomyces spp., Trichosporon (jarang diteliti).
|
Daging Domba beku
|
Cryptococcus
laurentii, Candida zeylanoides,
Trichosporon
pullulans.
|
Daging kalkun beku
|
Cryptococcus
laurentii, Candida zeylanoides.
|
Daging potong atau cincang
|
Candida
lipolytica, C. zeylanoides, C. lambica, C. sake, Cryptococcus laurentii,
Debaryomyces hansenii, Pichia membranaefaciens.
|
Daging yang diolah (sosis, ham)
|
Debaryomyces
hansenii, Candida spp., Rhodotorula spp.
|
Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif
Gram
negatif dan gram positif adalah klasifikasi bakteri yang dibedakan dari ciri-
ciri fisik bakteri tersebut. perbedaan yang mendasar terdapat pada
peptidoglikan yang terkandung dalam dinding sel kedua bakteri tersebut. pada
bakteri gram positive lapisan peptidoglikannya lebih tebal, sedangkan pada gram
negatif lapisan peptidoglikan lebih tipis. Sehingga saat identifikasi dengan
pewarnaan bakteri gram positif akan berwarna sedangkan bakteri gram
negatif warna akan hilang saat disiram etanol.
1. Dinding sel
- gram positif : homogen dan tebal (
20-80 nm)sebagian besar tersusun dari peptidoglikan sebagian lagi terdiri
dari polisakarida lain dan asam teikoat.
- gram negatif : terdiri lapisan
membran luar dan membran dalam, diantaranya terdapat lapisan peptidoglikan
setebal 2-7 nm, tebal membran luar 7-8 nm tersusun dari polisakarida, lipid,
dan protein.
2. bentuk sel
- gram positif : bulat, batang atau
filamen
- gram negatif : bulat, oval, batang
lurus atau melingkar seperti koma, heliks atau flamen, dan beberapa memiliki
kapsul pelindung.
3. reproduksi
- gram positif : pembelahan biner
- gram negatif : pembelahan biner,
kadang pertunasan
4. metabilosme
gram positif: kemoorganoheterotrof
grm negatif :fototrof,
kemolitoaotutrof, kemoorganoheterotrof
5. motilitas ( flagela/ alat gerak)
gram positif :kebanyakan nonmitil,
bila memiliki motil maka tipe falgelanya adalah petritrikus
gram negatif : motil dan non motil,
bentuk flagela bervariasi, polar,iopotrikus dan petritrikus
contoh
- contoh bakteri gram positif dan gram negatif serta perannya dalam kehidupan
manusia.
gram positif :
Staphylococus : penyebab impetigo, keracunan makanan, bronkitis
Streptococus : penyebab pneumonia, meningitis, karies gigi
Enterococus : penyebab enteritis
Listeria
: penyebab listeriosis
Basillus
:penyebab anthrax ( Basillus antharx)
Clostridium : penyebab tetanus ( Clostridium tetani), botulisme
Mycobacterium : penyebab tuberkulosa, difteri
Mycoplasma : penyebab jerawat, peumonia
gram negatif :
Salmonella
: penyebab thypus (Salmonella
thyposa), salmonelosis
Escherichia : penyebab gastroenteritis / radang saluran cerna (
Escherichia coli)
Shigella
: penyebab disentri
Pseudomonas : penyebab infeksi luka bakar
Hellicobacter : penyebab tukak lambung
Haemophilus : penyebab bronkhitis , pneumonia (Heumophilus influenzae)
Bordetella : penyebab batuk rejan (Bordetella pertusis)
Chlamydia : penyebab pneumonia, uretritis, trakoma
Bakteri
gram negatif lebih berbahaya saat menimbulkan penyakit dibanding gram positif
karena bakteri jenis gram negatif dapat menghasilkan endotoksin, dan memiliki
enzym pada kapsula yang dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik.
Namun
bakteri juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan mnusia ,contohnya:
- Escherichia coli yang
benyak ditemukan di dalam usus besar berperan dalam pembusukan makanan dan
penghasil vitamin K (gram negatif)
- Rhizobium dapat menyuburkan
tanah
- Pseudomonas denitrificans
dapat menghasilkan vitamin B12 (gram negatif)
- Lactobasillus casei
membantu dalam pembuatan keju (gram positif )
- Lactobacillus bulgaris
membantu pembuatan yoghurt (gram positif)
- Acetobacer cylinum membantu
pembuatan nata de coco (gram negatif)
- Acetobacer membantu dalam
pembuatan cuka (gram negatif)
- Sterptococus griseus untuk
pembuatan antibiotik (gram positif
DAFTAR
PUSTAKA
Postlethwait
dan Hopson. 2006. Modern Biology. Holt, Rinehart and Winston. Texas.
Purves
dan Sadava. 2003. Life The Science of Biology 7th Edition.
Sinauer Associates Inc. New York.
Robinson,
Richard. 2001. Biology Macmillan Science Library. Macmillan Reference.
USA.
Schooley, James. 1997. Introduction to Botany. Delmar Publisher. New
York.
Singleton
dan Sainsbury. 2006. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd
Edition. John Wiley and Sons. Sussex, England.