WELCAME

من جد وجد ومن زرع حصد ومن سار على الدرب وصل

Barang siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil, barang siapa menanam dia yang memetik, barang siapa yang berjalan dia akan sampai

Minggu, 11 Maret 2012

Syair Untuk Gus Dur

يَاعَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا آيَاتَ الزَّمَانْ
إِلَى جِوَارِ الرَّحْمَنْ رَجَعْتَ بِالآمَانْ
يَا عَبْدَ الرَّحْمَنْ يَا رَايَةَ السَّلاَمْ
أَدْخَلَكَ الرَّحْمَنْ جَنَّةَ دَارِ السَّلاَمْ

ادَ اللهِ حُسْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنْ
وَحُسْنَ مُعَاشَرَتِهْ لِجَمِيْعِ اْلإِنْسَانْ
لَوْلاَ عَبْدُ الرَّحْمَنْ لَقَدْ هَلَكَ الزَّمَانْ
بِجُهْدٍ قَدْ حَاوَلَ إلى تَحْقِيْقِ الإحْسَانْ

أَعَانَ اْلآخَرِيْن وَآتَاهُمُ اْلآمَانْ
عَاشَرَ وَحَامَاهُمْ بِإِعْطَاء الْبُرْهَانْ/البيان
ِلأَنَّ فِي اْلإِسْلاَمِ رَحْمَةً لِلْعَالَمْ
وَالتَّعَدُّدِيَّةْ مِنْ سُنَنِ الرَّحْمَنْ

وَهُوَ أَبُو اْلأُمَّةْ مُفَكِّرُ الْبُلْدَانْ
مَا جَاءَ إِلاَّ لِخِدْمَتِهِمْ وَاْلآمَانْ
عِنْدَمَا أصابته شَدَائِدُ الزَّمَانْ
قَابَلَهَا حَازِمًا بِالْحَقِّ مُسْتَقِيْمًا

يَا اللهُ يَا رَحْمَنْ يَا كَثِيْرَ الْغُفْرَانْ
بِبَرَكَةِ الْغَوْث وَبِعَلَمِ اْلإِيْمَانْ
اِجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَا بَلَدًا سَالِمًا
مُتَمَدِّنًا وَرَعِيَّتُهُ فِي اْلآمَانْ
 
Wahai Abdurrohman, wahai tanda-tanda zaman
Kepada Allah Sang Pengasih, engkau kembali dengan tenang
Wahai Abdurrohman, wahai panji keselamatan
Allah memasukkan engkau ke surga, rumah keselamatan

Wahai manusia, saksikanlah kebaikan Abdurrohman
Kebaikan pergaulannya terhadap semua manusia
Andaikata tak ada Abdurrohman, binasalah zaman
Dengan sungguh-sungguh, dia berusaha mewujudkan perbaikan

Dia menolong ”orang lain” dan memberikan ketenangan
Bergaul dengan mereka, dan melindungi mereka dengan bukti nyata
Karena dalam Islam, ada rahmat bagi semesta alam
Pluralisme adalah sunnatulloh, Sang Pengasih

Dialah bapak umat, pemikir bangsa
Dia datang hanya untuk melayani umat dan kedamaian
Ketika kejamnya zaman menimpanya
Dihadapinya dengan penuh keteguhan akan kebenaran, dan istiqomah
 
Ya Allah Maha Pengasih, Maha Pengampun
Dengan berkah al-Ghouts dan Rasulullah
Jadikanlah Indonesia negeri yang damai
Berperadaban, dan masyarakatnya dalam ketenangan

Sabtu, 10 Maret 2012

Syi'ir tampo waton mengenang Gus-Dur

Syi'ir ini sengja saya tulis untuk mengenang KH.Abdurrahman wahid atau Gus-Dur sebagai bentuk Kekaguman saya kepada Beliau.Dengan sifatnya yang Plural dan Multikultural ia berjuang menegakkan Demokrasi di negri ini yang oleh sebagian orang disebut kontroversial. Berikut ini Adalah bait-bait Sya'irnya :

Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
...
Robbi zidni ‘ilmannaafii’a…
Wawaffikni ‘amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotall ‘aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman 2 X

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2X

terhadap Allah yang maha suci
harus berangkulan siang dan malam
ditirakati, diriyadhahi (bersusah-payah)
dzikir dan suluk (jalan menuju tuhan) jangan sampai terlupa (2x)

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran 2X

Kang anglakoni sakabehane
Allah kang ngangkat drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate 2X

Lamun prasto ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese 2X

Jumat, 09 Maret 2012

Pesimis Tentang Hidup ?




Pernahkah Anda melihat dari dekat tunas kecil yang muncul dari biji-bijian? Saat Anda melakukannya benamkanlah diri Anda merasa takjub dengan apa yang Anda lihat dari kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Jalaludin Rumi berkata: “Juallah kepandaianmu dan belilah kebingunanmu.”
Sebetulnya saya ingin mengajak kepada Anda memperhatikan tunas itu dengan memperhatikan kehidupan Anda ketika kecil. Tak seorangpun di kolong langit ini yang mempunyai petunjuk dengan detail cara kerja tumbuhnya tunas & cara besarnya Anda dari buaian. Semua pertanyaan dan penelitian tidak pernah berakhir atas kejadian yang menakjubkan tersebut.
Ada miliaran planet, obyek dan bintang gemintang di galaksi Bimasakti kita, padahal ada sekian miliar tak terhitung banyaknya galaksi di luar sana. We are only the dot in the universe. Kita hanyalah sebuah noktah di alam raya yang tak bertepi ini. Jika ada Anda yang berpikir bahwa ada dinding di ujung sana, kalau ya – siapa yang membuatnya? Tuhan Yang Maha Esa bukan.
Bagaimana mungkin seseorang dapat pesimis di dunia yang hanya sebuah noktah ini. Jantung Anda mulai berdetak ketika beberapa minggu terjadi pembuahan di dinding rahim Ibu Anda. Itu adalah sebuah misteri bagi semua orang. Ingatlah, kita semua sama – dari embrio.
Keluarbiasaan yang sejati adalah apabila Anda mengetahui bahwa kita semuanya dari embrio dan kita punya potensi yang sama besarnya. Terima kasih Tuhan.